Rumah etika Aceh – Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan yang beragam, salah satunya yakni banyaknya pulau – pulau di Indonesia yang sungguh anggun dan tentunya menarik minatbagi yang mengunjunginya.
Berada di Pulau Sumatera dan menjadi provinsi paling barat di Indoensia yap, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam atau yang diketahui dengan sebutan Serambi Mekkah. Hal ini dikarenakan masyarakat Aceh menerapkan norma dan aturan hidup menurut syariat Islam.
Tidak banyak orang tahu loh Ruppers bahwa terdapat fakta unik perihal rumah adat Aceh alias krong bade atau rumoh Aceh. Penasaran yah Ruppers? Simak yuk, fakta unik rumah akhlak Aceh krong bade yang wajib Anda tahu.
Contents
- Bangunan
- Tangga senantiasa ganjil
- Pintu rumah rendah
- Atap dari daun
- Tiang untuk menyingkir dari serangan hewan buas
- Ukiran menentukan status sosial
- Ruang bawah
- Rumah tanpa paku
- Rumah anti gempa
Bangunan
Rumah adab Aceh berbentuk persegi panjang dengan arah timur ke barat yang dimaksudkan untuk memudahkan dalam menentukan arah kiblat sholat.
Tangga senantiasa ganjil
Terdapat tangga dengan tinggi sekitar 2,5 – 3 meter yang terletak pada depan rumah yang bermaksud sebagai cara masuk kedalam rumah. Jumlah anak tangga rumah krong bade senantiasa berjumlah ganjil sekitar tujuh hingga sembilan anak tangga. Hal ini ialah sebuah simbol perihal sifat religius dari penduduk suku Aceh.
Pintu rumah rendah
Pintu utama dibentuk lebih rendah dari orang akil balig cukup akal, yakni sekitar 120-150 cm sehingga setiap orang yang memasuki rumah mesti menunduk. Hal ini menjadi simbol penghormatan tamu yang tiba kepada pemilik rumah. Namun pintu yang cukup rendah berbanding terbalik dengan isi rumah yang cukup luas loh Ruppers.
Atap dari daun
Rumah Aceh yang dibuat dari bahan kayu dengan atap daun rumbia. Pembagian dalam ruangan rumah lazimnya berisikan 3 – 5 ruangan dengan satu ruangan utama yang diketahui dengan sebutan rambat.
Tiang untuk menyingkir dari serangan binatang buas
Tiang penyangga yang cukup tinggi pada rumah akhlak Aceh ini cukup efektif untuk serangan hewan buas dan tentunya banjir. Untuk rumah budpekerti dengan tiga ruangan umumnya mempunyai 16 tiang penyangga, sementara untuk lima ruangan memiliki 24 tiang penyangga.
Ukiran menentukan status sosial
Ukiran atau pernak-pernik pada rumah adat ini mampu menjadi simbol status sosial pemilik rumah. Bentuk goresan atau pernak-pernik yang rumit pada sebuah rumah menerangkan bahwa pemilik rumah ialah dari kelompok orang berada. Sebaliknya, rumah panggung tanpa gesekan atau pernak-pernik apapun menandakan bahwa pemilik rumah adalah orang biasa.
Ruang bawah
Bagian bawah rumah dipakai sebagai gudang penyimpanan. Seperti padi atau hasil panen yang lain serta kawasan penyimpanan alat penumbuk padi. Selain itu, ruang bawah juga digunakan selaku sentra aktivitas kaum wanita untuk membuat kain khas Aceh. Proses penjualannya pun dikerjakan di ruang bawah.
Rumah tanpa paku
Krong bade dibangun menggunakan material yang diambil dari alam sebab sesuai dengan makna kehidupan masyarakatnya yang erat dengan alam. Tanpa paku, maka dipakai material tali pengikat yang disebut taloe meu-ikat.yang dibuat dari materi seperti rotan, tali ijuk, dan juga kulit pohon waru. Wah, inovatif yah Ruppers.
Rumah anti gempa
Rumah adab Aceh Krong Bade juga populer sebagai rumah anti gempa. Hal ini dikarenakan struktur rumah budpekerti Aceh dibangun tanpa menggunakan paku melainkan memakai teknik sambungan pengikat yang jauh lebih fleksibel. Karena itu, rumah adat Aceh lebih aman dari goncangan akhir gempa.
Nah Ruppers, ternyata banyak sekali yah fakta mengenai rumah adab Aceh yang sangat unik dan mempesona untuk diketahui. Setiap desain dalam rumah adab tersebut mempunyai filosofinya tersendiri yang menjadi daya tarik setiap pengunjungnya.