Tips Bangun Kekompakan Tim Selama Masa Work From Home


Work from home atau sering disingkat WFH, makin mengemuka seiring virus corona merebak dan menjadi pandemi global. Di Indonesia, WFH menjadi penyelesaian yang disediakan oleh Presiden RI – Joko Widodo untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di negeri tercinta. Ia mengimbau masyakat agar melakukan pekerjaan , berguru, dan beribadah dari rumah. Puncaknya yaitu pertengahan bulan Maret ini, dimana banyak perusahaan nasional dan mustinasional kemudian meminta karyawannya untuk melaksanakan WFH.


Bagi para manager, tugas baru ini tentu sangat menantang. Terlebih untuk selalu terhubung dan tetap kompak selama kala-era susah berjalan. Adakah cara paling efektif menciptakan tim mengenali konsentrasi pekerjaan saat ini? Bagaimana pula cara meningkatkan stabilitas dan kualitas hasil kerja dengan adanya banyak distraksi di rumah?


Inilah beberapa strategi yang perusahaan bahkan para manager mampu ambil untuk membangun tim yang kompak, meski waktu kerja lebih fleksibel, mirip dikutip dari Linkedin Talent Blog.


Contents

  • 1. Bangun Leadership Jarak Jauh
  • 2. Buat Sebuah Grup Bersama untuk Memastikan Anggota Tim Terkomunikasikan
  • 3. Atur Jalur Komunikasi Formal dan Informal
  • 4. Minimalkan Platform Kerja
  • 5. Jadilah Penggerak Cultural Change
    • Motivation of the day

1. Bangun Leadership Jarak Jauh


Para manager, inilah saatnya Anda bergerak menjadi ‘notulen’ mendokumentasikan berbagai tantangan yang dihadapi tim ketika melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Komunikasikan hal ini saat rapat antar bab, dan jadilah jembatan penghubung antara mangement dengan tim. Namun satu yang perlu Anda ingat, bahwa kunci kesuksesan membangun tugas ini ialah transparansi.


Katakan dengan bijak kepada tim jika tantangan yang dihadapai memang diprioritaskan atau tidak. Selanjutnya, Anda mampu menunjuk seorang DRI (Directly Responsible Individuals) untuk mencari solusinya, supaya business as usual tidak terusik.


2. Buat Sebuah Grup Bersama untuk Memastikan Anggota Tim Terkomunikasikan


Salah satu tantangan paling besar dan paling biasa yang dihadapi tim pekerja jarak jauh yaitu memutuskan semua anggota terkomunikasikan isu dan peran-tugas penting dalam cara seefisien mungkin. Jadi, sebisa mungkin buatlah suatu grup besar bersama. Berusahalah up-date secara bersiklus segala macam bentuk komunikasi pekerjaan di sana.


Pada suasana krisis mirip kini, grup ini berfungsi selaku buku bimbingan bagi tim untuk mengerjakan peran dan tanggung jawab masing-masing. Jangan lupa lengkapi dengan dokumentasi kalau ada pergantian penting dalam proses kerja, untuk mengurangi kebingungan dan disfungsi peran.


3. Atur Jalur Komunikasi Formal dan Informal


Jika memungkinkan, manfaatkan teknologi video call sebagai alat komunikasi formal antar anggota tim. Anda dapat menjadwalkan video conference setiap sebelum mengawali dan mengakhiri hari kerja. Agendanya adalah huddle dan daily internal progress. Capture perbincangan dengan tim dan informasikan terhadap superior Anda bahwa tim bekerja mirip layaknya di kantor.


Sedangkan jalur komunikasi informal, contohnya dengan membuat always-on video conference room. Setiap anggota dapat masuk dan keluar sebebasnya dan berbincang-bincang layaknya bertatap muka di kantor. Cara ini cukup efektif biar anggota tim mampu mengikuti keadaan dengan pergeseran cara kerja yang datang-datang. Ide-ilham kreatif lain komunikasi informal selama work from home dengan video call diantaranya:

Virtual coffee break, virtual birthday surprise, dll

– Tur ruang kerja di rumah (Plus perkenalan anggota keluarga, istri atau anak)

Appreciation of the day, dimana satu anggota bergiliran setiap hari untuk memperlihatkan apresiasi kepada team-mate lainnya

Online game session, tentunya sehabis jam kerja rampung



4. Minimalkan Platform Kerja


Banyak platform digital yang dapat Anda unggulkan untuk membuat koordinasi antar anggota kian gampang. Google Docs, Microsoft Team, Slack, Zoom, dll, ialah sebagian dari company-wide chat tool yang mampu dipilih. Pastikan juga anggota tim memiliki jalan masuk gampang ke tata cara internal kantor melalui VPN untuk mengambil data-data yang diharapkan.


5. Jadilah Penggerak Cultural Change


Manusia intinya menolak pergantian datang-tiba, apalagi saat krisis. Para manager harus berupaya mengetahui hal ini. Bayangkan kalau anggota tim ada yang tidak memiliki work place yang memadai di rumah, sedangkan acara video conference wajib dibarengi. Obrolan ringan seputar cara tetap fokus ketika kerja di rumah atau trik berdiri home office dadakan bisa menjadi pencair suasana.


Keterbatasan lain yang dihadapi mampu juga berbentukketersediaan internet yang biasa di Indonesia. Disinilah Anda dituntut untuk merangkul perubahan dan menjadi penggagas cultural change. Salah satu caranya adalah mempekerjakan semua anggota untuk pundak-membahu berkontribusi dalam proyek berlangsung. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.


Catatan penting jika Anda yakni seorang manager di perusahaan dengan kultur in-office yang berpengaruh. Ketahuilah bahwa work from home atau metode melakukan pekerjaan jarak jauh yaitu sebuah proses, bukan instan. Anda dituntut untuk selalu terbuka terhadap cara kerja mana yang sukses dan tidak untuk mencapai hasil dan goal yang diharapkan.


Kemudian beritahukanlah hal ini kepada seluruh anggota tim Anda, sehingga masing-masing fungsi mampu melaksanakan refleksi diri dan terus berkembang. Ajak mereka untuk mengikuti keadaan serta memiliki pola pikir, opsi melakukan pekerjaan dengan jam fleksibel akan menjadi suatu hal yang penting di abad-era mendatang.


Motivation of the day


Managing a remote company is much like managing any company. It comes down to trust, communication, and company-wide support of shared goals.


-Darren Murph – Head of Remote at GitLab – Independent Research Firm-


Tanaman Artificial Untuk Mempercantik Rumah

Mempunyai rumah yang bagus dan indah tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Berbagai macam cara dilaksanakan untuk memperindah rumah baik ...