Pertolongan pertama saat tertular virus corona yang benar adalah menghubungi 119 ext. 9 – hotline center COVID-19 resmi yang dibuka oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia. Petugas hotline akan langsung mengantarkan petugas kesehatan untuk menilik, dan jikalau perlu membawa Anda ke kemudahan layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sedapat mungkin tetap hening dan tidak ketakutan berlebihan, sebab frustasi tinggi dapat menurunkan imunitas badan. Jangan lupa untuk memberi tahu anggota keluarga atau nomor kontak darurat Anda. Selagi menanti petugas kesehatan, ada baiknya Anda menyiapkan beberapa tanggapan jujur terkait riwayat perjalanan atau pertemuan Anda dalam kala waktu 14 hari ke belakang:
– Aktivitas yang Anda lakukan +/- selama 14 hari
– Dengan siapa Anda melakukan kegiatan tersebut
– Di mana Anda melaksanakan kegiatan tersebut
– Apakah selama 14 hari ini mengalami tanda-tanda bertahap, seperti: rasa nyeri dan sakit pada tubuh, demam 38 derajat celcius atau lebih, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan, batuk kering, sesak napas, kehilangan nafsu makan, diare
– Apakah Anda tergolong kelompok orang yang memiliki risiko lebih besar tertular COVID-19, mirip: lansia, memiliki dilema kesehatan kronis (Penyakit jantung, diabetes, kanker, penyakit paru, autoimun, AIDS, dll), atau pernah merasa melakukan kontak dengan penderita
Tidak boleh langsung ke rumah sakit, ya!
Untuk menyingkir dari penularan lebih banyak di tempat layanan kesehatan, kepada orang sakit yang mempunyai daya tahan badan rendah.
Contents
- Apakah Langsung Masuk Karantina?
- Pilihan Dirawat di Rumah Sakit Rujukan
- Sukarela Isolasi Mandiri
- 1. Masker untuk Lindungi Diri Sendiri dan Keluarga
- 2. Miliki Alat Makan Sendiri
- 3. Hindari Pemakaian Perlengkapan Mandi Bersama
- 4. Hadirkan Seprai untuk Diri Sendiri
- 5. Miliki Termometer untuk Periksa Suhu Tubuh
- 6. Cairan Disinfectant untuk Bersihkan Permukaan Benda
- 7. Cuci Tangan Menggunakan Sabun
- Jangan Sedih! Ikuti Ide Berikut Ini untuk Bangun Suasana yang Lebih Menyenangkan
Apakah Langsung Masuk Karantina?
Tahap derma pertama corona di kemudahan layanan kesehatan, adalah screening suspect pada diri Anda. Hasil screening suspect atau yang kita kenal dengan istilah rapid test mampu dikenali dalam waktu kurang lebih satu hari. Jika menyanggupi standar suspek COVID-19, Anda akan dirawat inap atau rawat jalan, tergantung diagnosa dan keputusan dokter. Menurut situs covid19.go.id milik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, tidak semua pasien dirawat di rumah sakit. Anda yang tidak termasuk kalangan rentan, mirip: lansia atau mempunyai persoalan kesehatan kronis (Penyakit jantung, diabetes, kanker, penyakit paru, autoimun, AIDS, dll), mampu secara sukarela mengajukan melakukan isolasi mampu berdiri diatas kaki sendiri di rumah selama proses penyembuhan atau sampai 14 hari sampai hasil tes dimengerti negatif.
Pilihan Dirawat di Rumah Sakit Rujukan
Di daerah DKI Jakarta saja, pemerintah mempersiapkan delapan rumah sakit acuan yang siap menjadi daerah dukungan pertama pasien corona. Rumah sakit tersebut antara lain:
– Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
– RSUP Persahabatan
– RSPAD Gatot Soebroto
– RSUP Fatmawati
– RSUD Tarakan Jakarta
– RSUD Pasar Rebo
– RS Umum Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto
– RSAL Mintoharjo
Untuk wilayah lain, masih ada total 143 rumah sakit di seluruh Indonesia yang telah siap menjadi pusat perawatan pasien COVID-19. Dengan embel-embel RS Darurat COVID-19 mirip Wisma Atlet, Kemayoran yang dialihfungsikan, Anda diperlukan untuk tidak khawatir berlebihan.
Sukarela Isolasi Mandiri
Isolasi mampu berdiri diatas kaki sendiri adalah berdiam diri di rumah dan tidak bepergian, kecuali untuk mencari bantuan medis, Isolasi mampu berdiri diatas kaki sendiri dikerjakan sambil tetap memantau kondisi diri dan menjaga jarak +/- 1 m dengan lingkungan sekitar, atau anggota keluarga yang lain jika masih serumah. Jika Anda diperkenankan melakukan isolasi mandiri oleh dokter, pastikan untuk mematuhi hukum-hukum isolasi mampu berdiri diatas kaki sendiri yang disarankan oleh pemerintah. Hal ini sangat bermanfaat untuk menekan penyebaran COVID-19 di daerah Anda.

Selain mengikuti peraturan dari pemerintah, Anda yang sedang melaksanakan isolasi mampu berdiri diatas kaki sendiri pun tidak perlu cemas untuk menularkan penyakit kepada keluarga atau saudara yang tinggal satu atap. Anda dapat mempunyai 7 jenis perlengkapan berikut ini semoga acara isolasi berdikari berlangsung tanpa kendala.
1. Masker untuk Lindungi Diri Sendiri dan Keluarga

Penggunaan masker ini mampu dilaksanakan oleh Anda yang sakit maupun orang yang merawat. Gunakanlah masker selama mengisolasi diri sehingga virus corona tidak akan menular terhadap keluarga di rumah.
2. Miliki Alat Makan Sendiri

Hindarilah pemakaian alat makan bersama. Saat diharuskan untuk melakukan isolasi diri, Anda mampu mulai memiliki peralatan makan sendiri seperti sendok, garpu, piring, dan gelas.
3. Hindari Pemakaian Perlengkapan Mandi Bersama

Selain alat makan, benda yang umum dipakai bareng yang lain yang juga wajib Anda pisahkan ialah perlengkapan mandi. Anda semestinya memiliki perlengkapan mandi sendiri, mirip handuk dan gayung langsung.
4. Hadirkan Seprai untuk Diri Sendiri

Anda yang sedang mengisolasi diri memang wajib memakai kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya. Namun disamping itu, Anda juga disarankan mempunyai seprai pribadi yang dilarang digunakan bareng .
5. Miliki Termometer untuk Periksa Suhu Tubuh

Periksalah suhu badan Anda secara rutin menggunakan termometer. Jika memburuk, Anda mampu menghubungi kontak hotline center COVID-19 mirip yang diusulkan oleh pemerintah.
6. Cairan Disinfectant untuk Bersihkan Permukaan Benda

Bersihkanlah permukaan benda yang sering disentuh secara rutin. Gunakanlah cairan disinfectant untuk membersihkan gagang pintu, remot TV, saklar lampu, dan lain-lain.
7. Cuci Tangan Menggunakan Sabun

Kegiatan mencuci tangan ini wajib dilaksanakan oleh orang yang merawat Anda, baik sebelum maupun setelah dari kamar. Cucilah tangan memakai sabun dan air mengalir selama sekurang-kurangnya20 detik.
Jangan Sedih! Ikuti Ide Berikut Ini untuk Bangun Suasana yang Lebih Menyenangkan
Banyak pasien isolasi berdikari mampu mengalami perasaan kesepian, takut, dan tidak nyaman ketika mengalami gejala sakit. Segeralah minta dukungan terhadap anggota keluarga terdekat untuk memperlihatkan perlindungan dan semangat. Berdoa juga menjadi salah satu cara efektif untuk tetap tenang dan fokus pada pemulihan diri. Ingat, data menunjukan bahwa sudah 75 orang pasien berhasil sembuh* (Per 30 Maret 2020), Anda pun niscaya bisa mengatasinya!
Agar tidak melulu bersedih, berikut 20+ inspirasi aktivitas yang dapat Anda kerjakan selama isolasi berdikari. Beberapa bahkan bisa Anda kerjakan tanpa pertolongan gadget dan koneksi internet.
1. Social media distancing
Manjur meminimalisir kecemasan berlebihan akibat membaca isu ihwal virus corona yang belum pasti kebenarannya
2. Membaca buku, novel, komik favorit
3. Bermain games online, atau permainan gratis di gadget
4. Bermain puzzle, membangun lego, menyusun menara kartu, dll
5. Menonton Netflix, seri drama yang tertunda, atau komedi
6. Olahraga ringan di rumah
7. Menekuni hobi, seperti mewarnai, membuat cross stitch, membetulkan komputer usang, dll
8. Belanja online, kemudian mendekorasi ruangan isolasi
9. Menyusun playlist musik sambil menertibkan ulang galeri album foto di gadget
10. Membuat daftar tempat rekreasi yang hendak dikunjungi dikala pandemi corona simpulan nanti
11. Belajar animasi gampang atau rancangan grafis di rumah
12. Mengikuti tren otomotif, tech, atau fashion modern dari situs favorit
13. Menyusun vlog singkat semoga mampu menjadi penyemangat pasien lain
14. Melakukan video call dengan anggota keluarga
15. Mendengarkan seri motivasi, kotbah, atau kata-kata mutiara penyemangat
16. Tidur siang
17. Mandi air hangat
18. Menyiapkan daftar kuliner ‘balas dendam’ sesudah sehat nanti
19. Mengatur kejutan melamar kekasih sehabis berakhirnya pandemi
20. Membeli sebuah teropong dan menanti terbitnya matahari setiap pagi
21. Dan masih banyak lagi. Silakan menjadi kreatif dan tambahkan sendiri =)
Editor : Erika Mulyadi