12 November kemarin merupakan hari Ayah. Kamu belum sempat membelikan hadiah untuk Ayah? Nah, jikalau kamu bingung ingin mencari hadiah untuk ayah, kamu bisa belikan mereka dingklik pijat di ruparupa.com & jangan lupa ajak nonton film Terminator juga di bioskop kesayangan kamu!
Siapa sih yang ngga tau Terminator? Film wacana robot yang dikirim dari abad depan untuk membunuh si Protagonis yang semestinya menjadi penyelamat umat manusia dari serangan massal oleh pasukan robot SkyNet. Franchise ini sudah ada semenjak tahun 1984, yang dibintangi oleh bintang film terkemuka asal Austria, Arnold Schwazenegger.
Nah, kali ini saya akan membahas film seri Terminator modern, yaitu Terminator : Dark Fate, apakah dengan kembali nya cast-cast original seperti Linda Hamilton & Arnold Schwarzenegger bisa membuat franchise Terminator kembali ke kurun kejayaannya?
Tetapi, sebelum kamu membaca, akan aku peringatkan bila review ini mengandung SPOILER BERAT, jadi lebih baik tonton dulu filmnya, dan bagi kamu yang memang telah kebal dengan SPOILER, yuk kita diskusikan sama-sama!
Contents
- Plot
- Cast
- Review
- Good Action Sequences, but not the Best..
- No “Hasta la Vista, Baby”
- Penyelamat Franchise Terminator?
- Kesimpulan
Plot
Di Mexico City, suatu Terminator berbasis “liquid” (cair) yang telah dimodifikasi dengan sebutan model Rev-9, dikirim dari masa depan untuk membunuh seorang pekerja pabrik Dani Ramos, yang ternyata merupakan pemimpin dari Human Resistance dalam melawan pasukan robot Legion. Pada dikala yang serempak, Grace, seorang insan cyborg diantarjuga dari kurun depan untuk melindungi Dani Ramos dari serangan Terminator tersebut yang sepertinya tidak mampu dihancurkan. Namun, mereka segera menemukan santunan dari sepasang sekutu yang tidak terduga, penyelamat dunia sekaligus buronan Sarah Connor, dan Terminator versi T-800.

Akankah mereka sukses merusak robot tersebut? atau malah Terminator Rev-9 sukses menjalankan misinya?
Cast
Berikut merupakan jajaran pemain Terminator : Dark Fate (2019)
Mackenzie Davis sebagai Grace

Natalia Reyes sebagai Dani Ramos

Linda Hamilton selaku Sarah Connor

Arnold Schwarzenegger selaku Terminator T-800

Gabriel Luna sebagai Terminator Rev-9

Review
Prologue film dengan adegan flashback di peristiwa Terminator 2 : Judgment Day, dibawakan sungguh mulus bahkan tidak menciptakan inti dongeng dari film ini melenceng. Tetapi menurut aku, inti dari cerita ini kurang lebih sama seperti film-film sebelumnya, yakni seorang Terminator yang tiba dari kurun depan ditugaskan untuk membunuh seseorang yang nanti nya akan menjadi pemimpin dari pasukan pemberontak robot di periode depan.
Kalau kamu yang ingin mencari film aksi, film ini juga sangat cocok! Karena tidak ada sama sekali percakapan basa-basi yang menciptakan film terasa lebih lama! Dijamin, ngga bakal bosen!

Good Action Sequences, but not the Best..
Film yang di direct oleh Tim Miller (Deadpool 1 & 2) ini pas banget buat kamu yang lebih mengedepankan menonton film dengan Action Sequences, apalagi pecinta film Rated R (Rating film yang mewajibkan penonton dibawah umur 17 tahun untuk ditemani oleh orang bau tanah atau wali, berdasarkan Motion Picture Association of America) dengan adegan yang berdarah-darah ciri khas dari si Director (Tim Miller) nya ini.
Dan, kenapa aku berani bilang bukan yang terbaik? Karena berdasarkan aku, adegan agresi seperti di film ini mampu kamu temukan di film Terminator yang lain. Kalau tidak yakin, kamu bisa menonton film T3, atau Terminator : Genysis.
No “Hasta la Vista, Baby”
Kalau kau menonton Terminator 2, niscaya kamu mengenang kalimat iconic yang diajarkan John Connor terhadap si T-800. Bad news guys, ngga bakal ada “Hasta la Vista” di film ini. Bahkan, scene Iconic di bawah ini tidak ada juga di film ini.

Menurut aku, scene iconic ini menjinjing rasa emosional yang tinggi, bagaimana tidak, seorang robot yang hanya bertugas menjalani misinya, hingga mampu memiliki “perasaan” sesudah menjalani hari-hari nya bareng seorang manusia.
Penyelamat Franchise Terminator?
Kenapa mampu saya bilang “Penyelamat” dari Franchise Terminator? Meskipun beberapa reviewer film diluar sana berkata bahwa, film ini sama sekali tidak membawa kesan apapun dan sama seperti 3 film sebelumnya. Menurut aku, film ini melebihi dari ketiga film sebelumnya (T3, Terminator : Salvation, Terminator : Genysis) dari sisi kisah tetapi bukan dari segi aksi. Segi aksi yang sama saja tentu tidak “wow” banget , namun menurut aku, inti yang terpenting dari sebuah film yakni bagaimana berjalanannya dongeng / plot dari film ini, bukan dari banyaknya agresi di satu film.
Kesimpulan
Meskipun Terminator : Dark Fate (2019) gagal untuk mencapai Box Office, tetapi film ini sukses membawa feeling nostalgia dari film T2, dengan kembalinya cast-cast usang mirip Linda Hamilton dan Arnold, serta hadirnya Edward Furlong (John Connor di T2) di scene flashback Prologue film ini serta mempunyai story (plot) yang kalem untuk dibawa.