Semua orang niscaya pernah menonton film horor dengan menu aneka macam makhluk atau monster menakutkan. Tingkat keseraman bahkan bertambah dikala film mencantumkan pesan ‘based on true story’ yang berlokasi tak jauh dari daerah tinggal. Bulu kuduk pun bangkit dihantui panik bila makhluk ini akan betul-betul menyerang. Tetapi dibandingkan makhluk yang tidak jelas keberadaannya itu, ternyata ada hal nyata yang jauh lebih horor sedang melanda Indonesia, terutama Ibukota Jakarta. Ia tak kasat mata, tak disadari kehadirannya, tetapi tak pernah mangkir dari kehidupan. Ya, apalagi kalau bukan udara. Lalu bagaimana mampu udara yang sungguh kita perlukan justru berbalik jadi kisah horor? Simak dongeng polusi udara Jakarta selengkapnya.
Fakta Menyeramkan Polusi Udara Jakarta
Menurut data Air Visual, Jakarta telah beberapa kali menempati peringkat satu kota dengan polusi udara tertinggi di dunia. Bahkan pada 25 Juni 2019, Air Quality Index (AQI) Jakarta sempat menyentuh nilai 240. Padahal angka 100 saja sudah dikategorikan unhealthy atau tidak sehat. Kamu tentunya dapat membayangkan sendiri betapa parahnya pencemaran udara Jakarta yang bahkan melampaui angka 200 dan masuk dalam kategori very unhealthy. Dengan nilai setinggi itu, Ibukota Indonesia berhasil mengalahkan kota-kota pesaingnya seperti Beijing, Dubai, dan New Delhi. Sungguh prestasi yang serupa sekali tidak membanggakan.
Tanpa disadari, partikel polutan di udara yang berskala sungguh kecil dapat menembus pemikiran darah seseorang lewat paru-paru. Level polutan yang melambung akan meningkatkan risiko penyakit pernapasan, serangan jantung, kanker dan stroke. Sayangnya sebab wujudnya yang tak terlihat, polusi udara Jakarta sering menjadi permasalahan kesekian di belakang dilema banjir, polusi air dan sampah. Sehingga banyak orang masih tidak mengetahui atau sesimpel menyepelekan horrornya polusi udara.
Faktanya, penelitian memperoleh bahwa buruknya kualitas udara Jakarta secara sedikit demi sedikit meminimalkan sekitar 2,3 tahun umur rata-rata penduduk. Situasi yang jauh lebih jelek bahkan dialami oleh kelompok-golongan sensitif seperti ibu hamil, bawah umur di bawah 5 tahun dan orang-orang dengan problem kesehatan jangka panjang.
Air Purifier: Solusi Dimulai dari dalam Rumah
Pada 30 Juli 2019, tingkat polusi udara Jakarta kembali merajai peringkat dunia. Berita buruk ihwal kualitas udara Jakarta ini berhasil menjadi tren sosial media. Di bawah hashtag #SetorFotoPolusi, netizen menyebarluaskan foto-foto kotornya udara di ibukota. Memang semakin banyak dari kita yang mampu merasakan sulitnya menghirup udara bersih di Jakarta. Orang tua juga mulai sadar bahwa udara Jakarta tidak lagi kondusif untuk anak-anaknya.
Meskipun campaign sosial media sudah berjalan, tetapi belum ada langkah pasti yang sungguh-sungguh diambil untuk mengatasinya. Mengingat fenomena polusi udara ini tidak akan gampang diselesaikan dalam waktu bersahabat, kita semua mampu setidaknya mulai menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dimulai dari dalam rumah kita masing-masing.
Dengan tingginya polusi udara di luar rumah, jangan menduga udara dalam rumah tidak lebih berbahaya. Menurut United States Environmental Protection Agency, mutu udara di dalam rumah bisa 5 kali lebih tercemar ketimbang udara di luar. Ada banyak alasan mengapa hal ini terjadi, termasuk di antaranya ventilasi yang buruk, pembakaran lilin berbahan kimia, penggunaan penyegar udara, bubuk yang menempel di furniture, dan banyak lagi.
Didukung dengan polusi udara #1 Jakarta, udara luar yang memang sudah kotor malah masuk dan terjebak bercampur dengan semua kotoran di dalam rumah membuat gumpalan udara beracun menakutkan. Benar-benar combo polusi paket lengkap.
Solusi mengatasinya yakni kau perlu memasang air purifier di dalam rumah. Apa itu air purifier? Air purifier merupakan sebuah alat pembersih udara dalam ruangan sehingga udara kembali segar dan sehat. Alat pembersih udara ini menghilangkan partikel kontaminan termasuk kuman, jamur, virus, busuk, dan kontaminan berbasis karbon lainnya.
Pada dasarnya, air purifier menggunakan dua cara jitu untuk membersihkan kotoran dari udara. Pertama, memakai filter yang menghisap partikel kotoran dan menjebaknya supaya tidak melayang bebas di udara. Kedua, memakai generator ionik yang memancarkan ion negatif dan menempel pada partikel beracun sehingga jatuh dari udara. Apapun jenis air purifier yang akan kamu beli, semuanya memiliki kegunaan untuk membersihkan udara dalam rumahmu. Jangan beri peluang kontaminan udara masuk ke dalam paru-paru!
Benarkah Kita Butuh Air Purifier?
“Ah namun kan air purifier belum tentu efektif, mana mahal lagi.” Mungkin pikiran itu sempat terlintas atau bahkan sedang kamu fikirkan sekarang. Eitsss… Jangan salah! Air purifier dinyatakan 99% ampuh menangkap partikel hingga ukuran 0,3 micron. Ini mencakup bakteri, alergi, dan virus. Jika kamu memiliki alergi atau asma, kau akan benar-benar merasakan betapa leganya menghirup udara sesudah memasang air purifier.
Masalah harga, tidak ada salahnya berinvestasi pada benda yang kau perlukan meski kadang-kadang tidak benar-benar kau harapkan. Melihat kondisi udara Jakarta dikala ini, air purifier sebaiknya berada di Top 3 list kebutuhanmu. Bayangkan saja kalau segala macam partikel beracun di udara masuk ke paru-parumu dengan frekuensi dan intensitas tinggi. Biaya berobat akibat sakit paru-paru nantinya malah akan menjadi-jadi bahkan tidak tertangani. Memikirkannya saja membuat merinding. Jauh lebih baik menangkal daripada mengobati. Lagipula, dikala ini sudah terdapat banyak sekali pilihan air purifier efektif tapi nggak pakai mahal. Kamu bisa klik di sini untuk mendapatkannya.
Makara gimana nih, Ruppers? Udah tau kan dongeng horor yang lagi ngetrend di Jakarta? Yuk, mulai lawan semua monster udara dengan air purifier di rumahmu. Dan jangan lupa senantiasa pakai masker ketika bepergian! Nggak mungkin kan kamu bawa air purifier ke mana-mana? Stay healthy, Ruppers!