Hari raya Imlek sudah ada semenjak 4000 tahun yang lalu. Seiring dengan pertumbuhan zaman, maka terbentuklah beberapa tradisi yang jadinya dilaksanakan secara turun menurun. Bagi sebagian keluarga, tradisi ini wajib dijalani karena dipercaya bisa membawa keberuntungan dan kebahagiaan selagi hidup di dunia.
Contents
- Inilah 5 tradisi yang masing-masing dikaitkan dengan ‘hoki’ bagi pelakunya:
- 1. Bersih-bersih Rumah
- 2. Mendekorasi Rumah dengan Nuansa Merah
- 3. Dilarang Menyantap Bubur
- 4. Membeli Baju Baru
- 5. Menanti Hujan
Inilah 5 tradisi yang masing-masing dikaitkan dengan ‘hoki’ bagi pelakunya:
1. Bersih-bersih Rumah
Dalam iman penduduk Tionghoa membersihkan rumah berarti membuang segala keburukan yang membatasi datangnya keberuntungan. Tradisi bersih-higienis ini umumnya dikerjakan satu hari menjelang Imlek. Sebab jikalau membersihkan rumah pada dikala Imlek, maka orang tersebut akan membuang semua keberuntungan di tahun tersebut.
2. Mendekorasi Rumah dengan Nuansa Merah
Mendekorasi rumah juga menjadi hal yang lumrah dilaksanakan. Pintu dan jendela di cat ulang, serta ditempeli kertas yang bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Hampir semua dekorasi tahun gres Imlek bernuansa merah, dimana bagi penduduk Tionghoa warna merah melambangkan sesuatu yang makmur dan besar lengan berkuasa serta menjinjing keberuntungan.
3. Dilarang Menyantap Bubur
Bubur menjadi makanan yang pantang dihidangkan dikala Imlek. Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan. Sebagai gantinya, ketika malam tahun baru datang setiap keluarga menyuguhkan 12 macam hidangan hidangan khas imlek, mirip: Ikan bandeng, yu sheng (Salad Istimewa tahun gres), kudapan manis keranjang, jeruk, dll, selaku representasi dari 12 shio. Makanan khas tahun gres melambangkan hal-hal baik yang diharapkan terjadi di tahun mendatang: Kemakmuran, panjang umur, rezeki berlimpah, hidup yang elok, dll.
4. Membeli Baju Baru
Tradisi ini identik dengan idiom “Tahun Baru, Lembaran Baru”. Terkadang, berbelanja baju gres juga diiringi dengan berbelanja beberapa peralatan rumah gres dengan nuansa merah. Apakah Anda salah satunya yang mengikuti tradisi berbelanja furnitur atau komplemen dapur baru untuk dipadankan dengan hiasan rumah saat Imlek nanti?
5. Menanti Hujan
Hujan di tahun gres dianggap sebagai lambang turunnya rezeki. Semakin deras artinya rezeki kian tanpa gangguan dan berlimpah-ruah. Itulah mengapa penduduk Tionghoa selalu menyambut baik datangnya hujan di tahun baru.
Setelah semua dikerjakan dan hasilnya hari yang dinanti tiba, penduduk Tionghoa juga melaksanakan salam-salaman serta saling mengunjungi sanak keluarga, teman, dan orang-orang lain untuk membuatkan bahagianya perayaan tahun gres.
Yuk jadikan peringatan ini sebagai hari untuk menata kembali korelasi dengan saudara, sobat, dan handai taulan sekalian.