Contents
- #AskRuparupacom: Bagaimana Diet Untuk Ibu Menyusui?
- Tanya:
- Jawab:
- 1. Apa menu vegetarian untuk balita? Karena anak aku usia 2 tahun, alergi protein hewani.
- 2. Bagaimana menu pembatasan makanan untuk manula dengan kadar kolesterol tinggi?
- Contoh sajian pembatasan makanan untuk manula dengan kadar kolesterol tinggi:
- 3. Apakah ibu menyusui dengan anak usia 6 bulan sudah boleh melakukan diet? Bagaimana hidangan diet untuk ibu menyusui agar berat badan turun namun tidak mengurangi produksi ASI?
- Contoh masakan diet untuk Ibu menyusui:
- dr Cindy siap menolong Anda!
#AskRuparupacom: Bagaimana Diet Untuk Ibu Menyusui?
Tanya:
Halo Dokter,
Saya ada beberapa pertanyaan yang ingin ditanyakan.
1. Apa sajian vegetarian untuk balita? Karena anak aku usia 2 tahun, alergi protein hewani
2. Bagaimana menu pembatasan makanan untuk manula dengan kadar kolesterol tinggi?
3. Apakah ibu menyusui dengan anak usia 6 bulan telah boleh melaksanakan pembatasan makanan ? Bagaimana hidangan diet bagi ibu menyusui biar berat tubuh turun tetapi tidak menghemat buatan ASI?
Terima kasih.
Dhyna – wr.******@gmail.com
Jawab:
Hai Ibu Dhyna,
Saya jawab pertanyaannya satu per satu ya.
Balita masih dalam tahap perkembangan dan perkembangan, dan dia membutuhkan semua zat gizi untuk memaksimalkan kemajuan dan perkembangannya. Saran saya semestinya ibu memeriksakan satu persatu sumber protein yang anak ibu alergi untuk menentukan, apakah benar anak ibu alergi semua protein hewani dan konsultasikan dengan dokter anak atau dokter spesialis gizi klinik yang ada di akrab tempat tinggal ibu. Untuk mengenali banyaknya dan jenis masakan apa saja yang seharusnya dikonsumsi anak ibu termasuk tambahan yang diharapkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya.
Secara lazim, anak ibu tetap dianjurkan untuk menyantap makanan lengkap sesuai dengan keperluan anak usia 2 tahun, dapat dilihat disini. Dan untuk sumber protein hewani mampu diganti dengan bahan kuliner sumber protein nabati seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, dll. Kalau tidak alergi susu, maka mampu disertakan susu 2-3 kali sehari. Bila tidak ada sumber protein hewani yang mampu dikonsumsi, maka perlu pemanis suplementasi vitamin B12.
Pada usia lanjut, metabolisme menurun dan keperluan badan kalori dalam sehari juga menyusut sekitar 1400 hingga 1900 kalori. Selain itu sering terjadi kesanggupan makan pun ikut menurun. Beberapa penyakit kronis mulai diderita, antara lain kadar kolesterol darah, tekanan darah, kadar gula darah, kadar asam urat meningkat. Sehingga pengaturan makan harus lebih menyeluruh, sesuai keadaan kesehatan masing-masing orang.
Secara umum pada manula dengan peningkatan kadar kolesterol darah, kuliner yang perlu dihindari yaitu: makanan yang tinggi lemak (lemak jenuh) lazimnya terdapat di lemak hewani, masakan bersantan, masakan yang di goreng, serta kudapan manis-kue tinggi gula dan tinggi lemak jenuh. Perbanyaklah asupan makanan dengan lemak tidak jenuh, mirip ikan maritim, kacang-kacangan, alpukat, minyak kanola, minyak zaitun, dll.
Asupan serat juga perlu diperhatikan, keperluan akan serat sekitar 245-30 gr per hari, yang bisa diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. Untuk itu kita perlu mengkonsumsi 2-3 takaran sayur dalam sehari dan 3-5 porsi buah dalam sehari. Untuk sumber karbohidrat, sebaiknya pilih karbohidrat kompleks, mirip nasi merah, havermut, roti gandum, dll.
- Pagi: Havermut + susu low fat + pisang kecil
- Snack Jam 10.00: 1 buah apel
- Makan siang: Nasi merah + Ikan tim + Tumis sayuran + Tempe + Buah
- Snack Jam 16.00: 1 buah apel
- Makan malam: Nasi merah + Sup ayam dengan tahu dan wortel + Tumis sayuran + buah
Ibu dengan anak usia 6 bulan dapat melaksanakan diet, pengertian pembatasan makanan untuk ibu di sini adalah pengaturan masakan sesuai dengan keperluan ibu menyusui. Untuk ibu menyusui, seharusnya berkonsultasi khusus dengan dokter seorang ahli gizi klinik yang ada di dekat daerah tinggal ibu. Untuk mengetahui jumlah dan jenis masakan yang sebaiknya disantap sehingga ASI tetap tercukupi dan berat badan ibu dapat turun.
Hal yang sering terjadi yaitu, ibu menyantap makanan lebih banyak dari pada yang diperlukan oleh ibu menyusui, dan salah dalam pemilihan makanannya. Makara semestinya jikalau ingin ASI tetap tercukupi untuk bayi ibu, ibu tetap menyantap semua makanan secara lengkap dan sepadan, hanya total kalori yang disantap diubahsuaikan dengan keperluan.
Batasi kuliner yang mengandung gula dan tinggi lemak jenuh : mirip kue, kripik, minuman manis, kuliner yang digoreng, dll. Untuk sumber karbohidrat dapat memilih nasi merah / roti gandum / havermut. Untuk sumber protein mampu menentukan dada ayam tanpa kulit, ikan laut (2x dalam sepekan), telur (utamanya putih telur, batasi kuning telur sekitar 2-3 x seminggu), daging has dalam, tahu, tempe, kacang-kacangan, dll. Hindari bahan masakan sumber protein yang tinggi lemak bosan.
Lemak tidak jenuh omega-3 penting untuk perkembangan dan pertumbuhan otak bayi, untuk itu Ibu perlu memakan ikan laut, minyak kanola atau minyak zaitun. Sayur-sayuran dan buah-buahan juga penting dikonsumsi dengan 2-3 takaran sayuran dan 3-5 porsi buah dalam sehari. Jangan lupa untuk menyanggupi kebutuhan air putih sekitar 10-12 gelas dalam sehari.
Untuk menolong menurunkan berat tubuh, ibu dapat melakukan olah raga rutin 3-5 kali selama 30 menit – 1 jam dalam sepekan.
Contoh kuliner diet untuk Ibu menyusui:
- Makan pagi: Havermut + susu ibu menyusui + bagian buah
- Snack Jam 10.00: Crackers 2-3 keping + buah
- Makan siang: Nasi merah + Pepes ikan + Sayur asam + Tempe bacem + Buah
- Snack Jam 15.00: Roti isi ayam panggang dan sayuran
- Makan malam: Nasi merah + Dada Ayam panggang buang kulit + Sup sayur katuk dan belahan jagung + Pepes tahu + Buah
- Pukul 21.00: Susu ibu menyusui

dr Cindy siap menolong Anda!
Apakah Anda mengalami duduk perkara tentang kesehatan yang berkaitan dengan asupan gizi? Atau Anda ingin melakukan pembatasan makanan ?
Tanyakan terhadap Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK.
Lihat Profil dr. Cindy Kumpulan artikel dr. Cindy