Awal tahun disambut dengan harga cabai yang melambung tinggi, berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 120.000 akibat gagal panen di beberapa daerah. Hampir seluruh rumah tangga dan warung makan di Indonesia menyuguhkan sambal selaku penyedap masakan.
Pantas kalau harga cabai yang melonjak ini mampu menciptakan ibu-ibu rumah tangga dan para penjualberteriak. Dengan kondisi mirip ini, maka akan sangat berguna jika penduduk mengenali cara menanam cabai yang mudah dan yang mampu diaplikasikan secara langsung di rumah.
Kementerian Pertanian menyarankan agar setiap rumah menanam sendiri cabe rawit di halaman rumah. Beberapa mengatakan hal ini bukanlah penyelesaian. Padahal bila kita telisik lagi, proses menanam cabe yang gampang serta perawatan yang sederhana mampu menolong Anda meminimalisir anggaran belanja sehari-hari.
Contents
- Lalu bagaimana cara menanam cabai rawit di halaman rumah?
- Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Bagaimana cara menanam cabe di rumah?
- 1. Siapkan pot dan isi dengan media tanam
- 2. Sebar bibit cabai
- 3. Siram dengan air bersih
- 4. Jauhkan pot dari sinar matahari pribadi
- 5. Pisahkan bibit flora
- Tips & Tricks
Lalu bagaimana cara menanam cabe rawit di halaman rumah?
Sebenarnya ada 3 tahap yang harus dilalui untuk menanam cabe rawit di rumah, yaitu pemilihan benih, penyemaian dan penanaman. Pemilihan benih dan penyemaian dilakukan agar benih yang ditanam mempunyai mutu baik.
Jika Anda tidak mau disibukkan dengan pemilihan benih dan penyemaian, Anda mampu membeli bibit cabe dalam kemasan. Dengan memakai bibit cabe dalam kemasan, Anda dapat langsung melakukan penanaman dari bibit tersebut.
Bahan-materi yang diperlukan:
Bibit cabe
Media tanam
Pot berlubang
Semprotan
Sekop kecil
Sarung tangan
Pupuk
Bagaimana cara menanam cabai di rumah?
1. Siapkan pot dan isi dengan media tanam
Pastikan pot berlubang, lubang ini diharapkan untuk tata cara drainase sehingga air dapat keluar dari pot untuk menghalangi pembusukan. Isi pot dengan media tanam sampai batas 5 – 10 cm dari bibir pot.
2. Sebar bibit cabai

Lalu sebar bibit cabai di atas media tanam dengan jarak 5 – 10 cm agar perkembangan lebih maksimal. Taburkan tipis-tipis media tanam di atas bibit.
3. Siram dengan air higienis
Siram bibit cabai tadi dengan air bersih menggunakan semprotan tanaman biar bibit tidak berganti posisi. Lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari untuk mempertahankan kelembaban.
4. Jauhkan pot dari sinar matahari pribadi

Pindahkan pot ke daerah teduh, hindari sinar matahari pribadi. Tutup dengan karung goni basah atau plastik kalau diharapkan untuk menjaga kelembaban. Kelembaban sungguh dibutuhkan pada proses perkembangan permulaan ini.
5. Pisahkan bibit tumbuhan
Setelah hari keempat, daun-daun akan mulai berkembang. Anda dapat memindahkan bibit ke dalam pot lain. Berhati-hatilah dikala memindah tumbuhan cabai ini, jangan sampai menghancurkan akarnya, pindahkan juga sebagian media tanam ke dalam pot baru yang sudah diisi dengan media tanam sampai 3/4 sarat . Lalu tempatkan flora dan tambahkan tanah lagi disekelilingnya. Siram sehari 2 hali memakai semprotan, di pagi dan sore hari.
Tips & Tricks
- Perhatikan waktu dikala penanaman dan pemindahan bibit, waktu terbaik yakni sebelum jam 9 pagi dan sesudah jam 4 sore. Hal ini untuk menghindari stress-nya tumbuhan akhir perpindahan media tanam dan suhu udara.
- Penggunaan media tanam di awal penanaman akan lebih mudah dikarenakan telah dilengkapi dengan sekam dan pupuk kompos sebagai nutrisi permulaan bagi flora.
- Tambahkan pupuk sebulan sekali untuk mempertahankan kesuburan tanah. Gunakan pupuk organik atau pupuk khusus buah semoga perkembangan mampu lebih optimal.
Cukup mudah bukan cara menanam cabai sendiri di rumah? Kini Anda tidak lagi terganggu lagi dengan harga cabe rawit yang melambung tinggi. Anda dapat menuai cabe di bulan ketiga, dan kalau dikerjakan perawatan yang sempurna seperti penyiraman, pinjaman pupuk dan penyemprotan fungisida, maka pohon cabe akan bertahan lama.
Yuk mulai menanam cabe di rumah!