Waspada Penculikan Anak!


Siapa yang tidak cemas dengan aneka macam kejadian penculikan anak? Terlebih dengan kian banyaknya insiden penculikan anak final-akhir ini, dengan motif penculikan yang kian bermacam-macam. Jika sebelumnya kita sering mengingatkan untuk tidak berbicara dengan orang abnormal, belakangan yang terjadi justru sebaliknya.


Contents

  • Orang-orang yang diketahui oleh si Anak juga bisa jadi pelaku penculikan
  • Apa saja yang mampu kita kerjakan sebagai langkah antisipasi?
    • 1. Tingkatkan pengawasan pada anak
    • 2. Pilih pengasuh yang dapat dipercaya
    • 3. Berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun tempat les
    • 4. Ajarkan anak untuk mengenal nama, nama orangtua dan alamat rumah sedini mungkin
    • 5.  Ajarkan anak untuk menolak makanan atau diajak pergi tanpa izin orangtua
    • 6. Hati-hati mengunggah foto dan data diri si Kecil ke media sosial
    • 7. Berikan jam tangan GPS anak
    • 8. Pasang perangkat keselamatan di rumah

Orang-orang yang diketahui oleh si Anak juga mampu jadi pelaku penculikan


Banyak peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sopir, pengasuh maupun ajudan rumah tangga. Sebagai orangtua yang bekerja, meninggalkan anak cuma dengan pengasuh saja menjadi kian meresahkan. Orang yang seharusnya mampu kita yakin, bisa jadi sebagai pelaku penculikan alasannya adalah banyak sekali alasan.


Sebagai pengasuh si anak, sungguh gampang bagi mereka untuk menjinjing anak pergi. Karena selain sudah dipercaya, pengasuh juga telah mengerti betul kebiasaan dan kegemaran anak. Bahkan pada beberapa kondisi, anak menjadi lebih akrab dengan pengasuh daripada orangtua alasannya adalah kesibukannya.


Sebagai orangtua, bukan mempunyai arti harus menaruh curiga dengan semua orang yang berada dekat dengan si Kecil. Tapi juga tetap mesti berhati-hati dan mengantisipasi banyak sekali kemungkinan.


Apa saja yang bisa kita kerjakan sebagai langkah persiapan?


1. Tingkatkan pengawasan pada anak


Keamanan dan keamanan si Kecil tentunya menjadi tanggung jawab orangtua. Untuk itu tak ada salahnya jika Anda memperkuat pengawasan, terutama saat berada di tempat umum. Anda juga harus mengetahui seluruh aktifitasnya khususnya selama Anda bekerja dan tidak berada di dekatnya.


2. Pilih pengasuh yang sanggup menerima amanah


Bagi orangtua yang melakukan pekerjaan dan harus meninggalkan si Kecil dengan pengasuh, seharusnya lebih selektif menentukan pengasuh. Cari tahu asal usulnya, latar belakangnya, dan jangan mendapatkan pengasuh yang tidak Anda ketahui asal usulnya, meski berasal dari yayasan penyalur sekalipun. Sebisa mungkin untuk tidak meninggalkan si Kecil cuma bersama pengasuh, minta dukungan kepada keluarga untuk memantau.


3. Berkoordinasi dengan pihak sekolah maupun kawasan les


Informasikan terhadap pihak sekolah maupun kawasan les jika ada orang lain yang bertugas mengantar jemput si Kecil. Sehingga baik pihak sekolah maupun guru di tempat les mampu ikut menolong memantau.


penculikan anak
Jalin komunikasi yang bagus dengan guru di sekolah dan kawasan les


4. Ajarkan anak untuk mengenal nama, nama orangtua dan alamat rumah sedini mungkin


Dengan mengajarkan anak mengenal nama, nama orang tua dan alamat rumah sedini mungkin, akan sangat membantu jikalau anak kehilangan arah di mall atau tempat hingar bingar.


5.  Ajarkan anak untuk menolak kuliner atau diajak pergi tanpa izin orangtua


Melihat si Kecil yang mudah erat dengan orang gila tentu menjadi hal yang menyenangkan sekaligus membahayakan. Di satu sisi, si Kecil dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, namun di sisi lain akan memudahkan pelaku kejahatan untuk mendekati dan mengajak pergi. Makara pastikan si Kecil paham bahwa beliau dihentikan menerima derma orang lain atau pergi bareng orang lain tanpa seizin orangtuanya.


6. Hati-hati mengunggah foto dan data diri si Kecil ke media umum


Sebagai orang renta, mengirim si Kecil memasuki hari pertama sekolah merupakan hal baru dan menawan. Sehingga tak jarang kita mengunggah foto si kecil menggunakan seragam sekolah, lengkap dengan nama dan lokasi sekolah di facebook atau mungkin instagram. Padahal ini mampu membahayakan si Kecil, data tersebut mampu saja dikenali oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan mempergunakan kesempatan tersebut. Untuk itu memang seharusnya Anda tidak megunggah data diri serta acara belum dewasa ke media umum.


7. Berikan jam tangan GPS anak


Saat ini banyak dijual jam tangan untuk si Kecil yang dilengkapi dengan perangkat GPS di dalamnya. Dengan jam tangan GPS ini, Anda dapat memantau eksistensi si Kecil lewat aplikasi di smartphone Anda. Anda juga dapat mengajarkan si Kecil untuk menggunakannya dengan gampang. Jam tangan GPS anak  ini tersedia dalam banyak model dengan harga yang bervariasi, diubahsuaikan dengan keperluan.


jam tangan gps anak
Jam tangan GPS untuk mengetahui posisi si Kecil


8. Pasang perangkat keamanan di rumah


Lengkapi rumah Anda dengan perangkat keselamatan seperti CCTV. Selain untuk mengawasi si Kecil, CCTV juga mampu mengawasi kehadiran tamu tak dipanggil ke dalam rumah. Pada beberapa tipe juga dilengkapi dengan metode integrasi yang menghubungkan perangkat CCTV di rumah dengan aplikasi pada handphone Anda.


Hal lain yang seharusnya Anda kerjakan yaitu bersikap baik terhadap siapa pun, khususnya kepada orang-orang yang bekerja di rumah. Baik itu pengasuh, ajudan rumah tangga, sopir, tukang kebun, dan lain-lain. Karena sebagian besar masalah penculikan berawal dari langkah-langkah balas dendam atas perlakuan kurang menyenangkan yang mereka rasakan.


Yuk kita optimalkan pengawasan si Kecil!


Tanaman Artificial Untuk Mempercantik Rumah

Mempunyai rumah yang bagus dan indah tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Berbagai macam cara dilaksanakan untuk memperindah rumah baik ...