Setiap anak pasti akan senang kalau diberi mainan baru, apapun bentuknya alasannya anak kecil dan bayi cenderung tidak pemilih soal mainan anak atau permainan anak bayi yang mereka terima.
Contents
- Lalu, bagaimana cara menentukan mainan anak yang tepat?
- 1. Pilih yang sederhana
- 2. Batasi mainan dengan elektronik dan video games
- 3. Jangan langsung terpengaruhi dengan mainan berlabel “educational”
- 4. Keluarkan hanya beberapa mainan dalam satu waktu
Lalu, bagaimana cara memilih mainan anak yang tepat?
Mainan bawah umur semestinya bukan sekadar alat bermain. Selain menggembirakan, ketika memberi mainan kepada buah hati, Anda juga perlu memikirkan apakah mainan bawah umur tersebut cocok untuk usia mereka, mampu menstimulasi, dan kondusif. Seperti kita tahu bermain memegang peranan sungguh penting dalam hal sosial, mental, fisik, serta emosional anak di periode pertumbuhannya. Oleh sebab itu, mainan mereka mesti difungsikan sebagai alat yang akan menolong perkembangannya.
Saat memilih mainan belum dewasa atau permainan untuk anak bayi Anda, pikirkan prinsip-prinsip di bawah ini:
1. Pilih yang sederhana
Mainan anak yang mampu melakukan banyak hal tidak akan merangsang daya imaginasi buah hati Anda. Boneka atau replika binatang yang bisa bicara atau bersuara saat anak menekan tombol tertentu akan menggantikan suasana bermain dikala sebaiknya anak yang berperan memilih apa yang mereka inginkan. Lain halnya dengan balok-balok sederhana yang hendak melatih anak untuk lebih inovatif dan impulsif.
2. Batasi mainan dengan elektro dan video games
Tidak mampu dipungkiri kalau kita hidup di periode elektronik dan sebagai orangtua, mustahil untuk tidak melibatkan anak bahkan balita Anda dari komputer atau ponsel akil. Namun pembatasan sangat penting alasannya beberapa observasi membuktikan bahwa mainan elektronika memberi efek yang membahayakan untuk kesehatan dan kemajuan mereka. Beberapa di antaranya yakni hilangnya indera pendengaran sebab mainan bersuara sangat keras, penambahan berat tubuh karena lebih sering bermain di depan komputer, sampai perkembangan bahasa yang terlambat.
3. Jangan langsung termakan dengan mainan berlabel “educational”
Bisnis mainan “educational” kerap menarik hati para orangtua yang takut perkembangan anak mereka terlambat sehingga merasa perlu belajar banyak dalam waktu sesingkat mungkin. Selalu kritis untuk menyesuaikan semua mainan dengan kesanggupan dan usia anak Anda. Banyak permainan anak bayi dan mainan anak yang menjanjikan bisa menolong kemajuan otak, cepat membaca, atau berakal matematika padahal klaim mereka tidak didukung oleh penelitian tertentu.
4. Keluarkan hanya beberapa mainan dalam satu waktu
Memberi terlalu banyak mainan anak dalam masa waktu singkat akan menciptakan mereka sulit konsentrasi. Rotasi mainan anak Anda sehabis beberapa ahad dari kotak mainannya untuk memberi efek kesejukan. Sering kali mainan yang serupa mampu memberi efek berbeda seiring perkembangan anak. Saat bayi misalnya, balok mengajarkan mereka untuk menggengam. Sementara di usia lebih besar, balok mengajarkan kreativitas dikala anak berkreasi menciptakan suatu bentuk.
Sebagai orangtua pastikan untuk senantiasa menyesuaikan mainan anak-anak yang mau Anda berikan dengan periode tumbuh kembang mereka.
Dapatkan ilham memilih mainan untuk anak-anak serta perlengkapan bayi yang tepat dan selamat bermain bareng si kecil!