Contents
- Darurat Gelap
- Ternyata lampu senter pun terdiri dari banyak sekali macam jenis.
- 1. Senter dengan lampu incandescent
- 2. Senter LED
- 3. Senter HID
- 4. Senter dengan lampu Xenon, Halogen, dan Krypton
- 5. Shake Flashlight atau Senter Faraday
Darurat Gelap
Barang ini memang tidak begitu populer. Ia baru akan dicari saat jelas diperlukan, apakah ketika mati lampu, kamping, menyelam, atau saat harus memperbaiki sesuatu dan penerangan komplemen diharapkan. Walaupun jarang dipakai, saat dia dibutuhkan dan Anda tidak menemukannya, baru terasa betapa ia sangat berguna. Lampu senter, benda yang ukurannya mampu sangat mungil, namun memiliki manfaat besar dikala darurat gelap.
Ternyata lampu senter pun berisikan banyak sekali macam jenis.
Untuk mengoptimalkan penggunaan sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan, ada baiknya Anda mengetahuinya:
1. Senter dengan lampu incandescent
Jenis ini ialah senter tertua dengan harga relatif murah. Cahayanya cukup terperinci, tapi boros energi sebab bikinan panasnya. Baterai dan lampu senter jenis ini jarang bertahan lama.
2. Senter LED
Senter jenis ini melakukan pekerjaan dengan teknologi semi-konduktor dan bertahan usang sebab tidak perlu mencampakkan energi melalui panas. Senter LED tidak membutuhkan beling atau filamen. Baterai dan lampunya kekal, namun harganya cukup mahal. Termasuk dalam kategori ini yakni senter police, senter multi-fungsi yang cahayanya dapat dikelola sampai 3 mode zoom dengan baterai yang dapat diisi ulang. Kelebihan lain senter police adalah sinarnya yang sungguh terang dengan sorotan sungguh jauh.
3. Senter HID
Lampu High Intensity Discharge pada senter ini mempunyai arus elektrik yang mengalir lewat bola dengan gas yang diionisasi. Senter ini tidak begitu umum karena besar dan umumnya mahal, tetapi senter jenis ini memiliki sinar yang sungguh jelas dengan lampu yang mampu bertahan usang.
4. Senter dengan lampu Xenon, Halogen, dan Krypton
Pengembangan dari senter dengan lampu incandescent yang diisi dengan tekanan gas untuk membantu memperpanjang umur filamen di dalam lampu sehingga menjadi lebih terperinci tanpa menghabiskan baterai lebih singkat. Walaupun jelas, ketahanannya masih di bawah senter LED.
5. Shake Flashlight atau Senter Faraday
Ditemukan oleh penemu prinsip elektromagnetik, Faraday, senter ini bekerja dengan cara menggoyangkan magnet di dalam senter selama semenit untuk menerima cahaya LED selama beberapa jam. Cahayanya tidak terlampau terperinci, namun sebab melakukan pekerjaan tanpa baterai, senter ini senantiasa siap sehingga tepat untuk situasi darurat. Hati-hati, magnetnya sungguh kuat sehingga mampu menghancurkan komputer dan kartu kredit.
Setelah mengenali jenis-jenisnya, Anda mampu menentukan senter mana yang cocok dengan kebutuhan Anda. Satu hal lagi yang perlu Anda amati yaitu bagaimana cara merawat senter pilihan Anda. Berikut tipsnya:
- Letakkan senter Anda di kawasan yang sejuk dan kering serta mudah diraih ketika kondisi darurat.
- Copot baterai di dalamnya jikalau senter tidak dipakai dalam waktu usang untuk mencegah kebocoran.
- Usahakan memiliki beberapa senter untuk ditempatkan di beberapa lokasi rumah atau kendaraan beroda empat seperti laci, dekat kawasan tidur, atau kotak darurat jikalau di saat-waktu dibutuhkan.
- Selalu siapkan baterai cadangan yang belum dipakai dekat senter.
Semoga sedikit tips di atas mampu menyelamatkan Anda dan keluarga saat gelap. Beberapa produk senter yang mungkin sesuai untuk keperluan Anda mampu dilihat di halaman penjualan lampu senter.