Meski masih kecil, bukan mempunyai arti orangtua cukup seadanya dalam menata dan men-desain kamar anak. Asumsi bahwa si kecil belum memahami banyak dan cuma butuh kawasan untuk tidur harus diluruskan. Seperti orang akil balig cukup akal, anak-anak juga ingin memiliki kamar yang mengasyikkan dan dapat mengakomodasi kebutuhannya.
Contents
- Saat men-desain kamar anak, Anda tidak mesti “mengecilkan” standar.
- Berikut beberapa tips untuk memilih furniture kamar anak yang tetap lucu dan dekoratif, tanpa perlu menghabiskan dana yang mungkin mampu dimanfaatkan untuk simpanan pendidikan mereka:
- 1. Tentukan dana
- 2. Minta opini si kecil
- 3. Bersiap untuk pergantian
- 4. Buat mengasyikkan
Saat men-desain kamar anak, Anda tidak harus “mengecilkan” kriteria.
Sebaliknya, kamar anak menjanjikan dunia yang sungguh luas untuk kemungkinan desain, bahkan untuk rancangan kamar anak minimalis sekalipun. Di ruangan ini Anda memiliki alasan untuk menerapkan desain yang tidak seperti biasa, berani, atau seajaib mungkin.
Dalam mendesain kamar anak, furniture memegang peranan yang menentukan, dan menentukan furniture kamar anak yang sempurna merupakan tantangan tersendiri. Bisa jadi Anda menyukai satu furniture sementara mereka tidak atau sebaliknya. Walaupun begitu banyak opsi furniture kamar anak yang menarik, Anda tetap mesti selektif menentukan mana yang paling sesuai. Sebagai pengingat, anak-anak Anda tidak akan selamanya kecil. Jangan sampai alasannya terlalu bersemangat mendesain kamar mereka, Anda menghabiskan dana yang berlebihan.
Berikut beberapa kiat untuk menentukan furniture kamar anak yang tetap lucu dan dekoratif, tanpa perlu menghabiskan dana yang mungkin mampu dimanfaatkan untuk simpanan pendidikan mereka:
1. Tentukan dana
Seperti orang dewasa, furniture untuk kamar anak mempunyai variasi harga mulai dari yang murah sampai mahal. Pilihannya bermacam-macam begitu pula mutu dan kegunaannya. Tentukan berapa dana yang ingin Anda belanjakan. Anda bisa berinvestasi pada furniture dengan harga agak mahal kalau barang tersebut mampu digunakan lebih usang mirip sampai mereka beranjak cukup umur. Jangan menghabiskan dana untuk furniture yang hanya bisa dipakai pada abad pendek karena anak cepat bertambah besar.
2. Minta opini si kecil
Jika anak Anda berusia lebih dari tiga tahun, mereka telah bisa dilibatkan untuk memilih furniture yang mau mengisi kamarnya. Bukan mempunyai arti Anda harus mengikuti semua kamauan mereka, namun paling tidak mereka tahu barang yang mau ada di kamar mereka. Pilih tema tertentu sebelum memberi mereka beberapa opsi. Biarkan mereka memilih dari opsi tersebut. Referensi pada majalah-majalah interior bisa menolong Anda dalam memilih tema.
3. Bersiap untuk perubahan
Anak-anak akan berkembang, jadi lebih baik Anda membeli furniture dengan ukuran yang lebih besar dari permulaan. Saat mereka bertambah tinggi, tempat tidur anak tidak akan nyaman lagi bagi mereka. Perubahan juga bisa terjadi dengan kehadiran adik gres atau kembalinya anggota keluarga di luar kota ke rumah. Perubahan-pergantian tersebut perlu dijadikan pertimbangan ketika menentukan furniture.
4. Buat mengasyikkan
Kamar anak ialah ruang di rumah yang tidak perlu mengikuti “aturan” dekoratif. Jika anak menyukai warna tertentu, Anda mampu menerapkannya pada dinding, tempat tidur, atau karpet, dan memilihkan penerangan yang tepat. Jika warna kesukaan mereka tidak Anda sukai, cat dinding kamar dalam warna netral dan biarkan mereka mendapatkan warna kesukaan mereka pada furniture-nya.
Tidak ada batasan dalam merancang kamar anak jadi bebaskan kreativitas Anda. Biarkan kamar anak merefleksikan kepribadian mereka. Jika mereka menyukai apa yang ada di kamarnya, mereka akan senang dan nyaman berada di dalamnya.
Temukan beberapa inspirasi furniture kamar anak yang bisa menjadi wangsit Anda dan keluarga.